Riak Kasih

Masih saja kata diucap. Tak bosankah kau lelap dalam cerita yang sama? Kau kata luka, kau kata benci. Itu kau ucap tak kala amarah mememenuhi rongga-rongga pembuluh, nadimu, tulangmu, selipan setiap daging dalam tubuhmu. Mengapa masih saja terulang, lagi, dan lagi?

Airmatapun jadi senjata takkala kata habis terucap. Apalah aku bisa jika kau sudah seperti itu? Seekor harimaupun tak akan mampu menelanmu kalau sudah wajahmu tersedu sedan seperti itu. Apalagi aku yang katanya cintamu, belahan jiwamu, kasihmu.

Aih, kenapa pula kita tak nikmati saja senja merah yang mulai turun? Habis sudah waktu terbuang melihatmu bercucuran sakit hati. Katamu itu lho,

Ayolah Dik, hentikan ini. Bosan, bosan, bosan. Aku dan kau bosankah terpikir sekali?

No comments :

Post a Comment

Contact

Name

Email *

Message *

 

. Template by Ipietoon Blogger Template