Bulan Merah Jambu

Sejati,

Tulikan telingamu
Dengar hatimu

Butakan matamu
Baca dengan rasamu

Jangan bertanya
Resapi aku

"Untuk bisa membaca ini.."

DBLN, 23.10-300309

11 comments :

  1. hmmm...kayaknya ada sesuatu nih...
    he..he...

    ReplyDelete
  2. belenggu kakimu dan tangganmu
    kunci mulut mu....
    biar qau tw apa yang aq rasakan..hehehh
    kira2 kayak gitu gk ya

    ReplyDelete
  3. aku sudah tidak bertanya, aku ingin resapi dengan sempurna.

    salam kenal...
    Mundir Ij

    ReplyDelete
  4. Hanyuuuuut... di kedalaman makna

    met kenal ya jeng... salut dng karya anda!

    ReplyDelete
  5. aku ingin mengirim
    selembar guguran daun jati
    di dalamnya kutulis haruf-huruf
    yang kini kian kelam
    dilaburi warna-warni politik negeri kita

    tapi aku tak punya angin yang cukup kencang
    menyeberangi samudera demi samudera
    menuju alamatmu
    maka nanti akan kutulis puisi saja

    ReplyDelete
  6. Waaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh.....
    Ingat Some Thing deh

    ReplyDelete
  7. @Mbak Fanny: Gak tau mbak fanny, waktu itu aku lagi mikir bulan merah jambu kayak apa ya??

    ReplyDelete
  8. Bulan merah jambu, luruh di kotamu
    Kuayun sendiri, langkah-langkah sepi
    Menikmati angin, menabur daun-daun
    Mencari gambaranmu, di waktu lalu

    Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi
    Tercipta nelangsa, merenggut sukma
    Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
    Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati :)

    ReplyDelete
  9. siang untuk kak or jeng sri,..diantara puisimu ini lah yang aku sukai,..simple,..dan membuat aku sempat merinding untuk membacanya,..jujur,..rulisan mu ini membuat suatu kebedaan dan bukan seperti bukan tanganmu yang menulis,,..tapi tulisan sebuah suara hati...
    itulah yang aku suka dari tulisan ka2k...

    ReplyDelete

Contact

Name

Email *

Message *

 

. Template by Ipietoon Blogger Template