Marifat Terdamba

Langit membuka jiwa yang terhaus akan khalam
Lapisan 7 membawa ruh pada Sang Maha Dzat
Sementara diri terpekur pada dzikir kesunyian
Terlingkar pada setiap Alif yang tersirat

GetarGetar tasbih entah ribuan terhitung
Keringat memeluh tubuh tak rasakan apa

Akal hilang pada alunan penyebutan Sang Illahi
Rasa mendamba ingin berjumpa yang didamba
Sebab Ruh terasa telah terpisah dengan raganya

Menghamba terucap lirih dihati
Bila saja nampak kebesaranNYA yang TERlalu
Mungkin ruh akan selamanya bertahta bersamaNYA
Tapi takapa, karena itu yang teringinkan dari hamba penghiba


DBLN, 18.46-300109

9 comments :

  1. Duuuh jadi ngikut kangen neeeeh....

    ReplyDelete
  2. waaaaaah jadi pingin dzikir nih.....

    lam kenal

    bejo.......!

    ReplyDelete
  3. tak sedikit coretan-coretan itu membius fikiran. semoga tak hanya satu malam yang menjadikan gemuruhmu itu ada...

    ReplyDelete
  4. ke hausan seorang hamba ingin berjumpa ama Sang Khalik ya? :)

    ReplyDelete
  5. Duhhh Gusti...
    Sliramu tansah Jroning ati
    Aliwat Puji Dedongo
    Mugi Kepanggih Mengke ing alam Swargi

    ReplyDelete
  6. puisinya religius banget nih. kalimatnya menggugah hati.

    ReplyDelete
  7. puisi nya sangat menentramkan hatiku...

    hehhe...slam knl..

    ReplyDelete
  8. Ketakjuban adanya...ketika si kerdil buruk rupa berhadapan dengan Kesempurnaan yang Maha. Ingin melebur didalamnya...tanpa dualisme...

    ReplyDelete

Contact

Name

Email *

Message *

 

. Template by Ipietoon Blogger Template