G u G u R

:"Mengapa kau hempaskan mawar yang memberimu wewangian?"

Tak terasa
Helai mawar tlah berubah
Warna merah menjadi
Cokelat tua,

Daun hijau menjadi hitam
Layu tak berseri

Hey,
Tlah lupakah kau memberiku air?
Tlah habiskan pupukmu untukku?

Ah,
Tentu saja kau lupa
Atau tak perduli?

Mengapa?

:"Tidakkah duriku tlah kucampakan pada negri tak bertuan?"

Jika terlambat menjadi sesal
Maka, kumaafkan kau
Bersama gugurnya
Helai bungaku, helai daunku
dan,
Setiap helai akar yang pernah kau hidupkan

DBLN, 22.30-040509

23 comments :

  1. Saudara kembar nduluin...:)

    ReplyDelete
  2. Lama gak bersyair mbak...
    Betulkah kelopak itu telah gugur dan layu?
    Semoga gerimis hujan mampu menyegarkan dan kembali mengidupkan akar dan pokok mawar

    Ko nyambungnya ke mana yaks...??? :)

    ReplyDelete
  3. seperti alunan nafas yang tak abadi..

    ReplyDelete
  4. kukumpulkan guguran bungamu
    helai demi helai menjadi satu
    Kusiangi tanah tempatmu tumbuh
    kusirami akarmu agar kau tumbuh
    Tumbuh menjadi kuncup yang baru

    Semangat diaJeng....

    ReplyDelete
  5. ditanah dan pekarangan itu kau layu...
    bibit mu akan terbawa oleh tiupan angin...
    terjatuh dan tertimbun tanah dipekaranganku...
    berkembanglah kau dipekarangan yg lebih damai...
    mekarlah kau mawarku...
    abadilah di pekarangan hatiku...
    tebarkan harummu...


    ck...ck...ck....
    ko jadi ngarep yah *malu*...

    lam kenal yah :D

    ReplyDelete
  6. Semoga gugur satu tumbuh seribu

    ReplyDelete
  7. itulah kehidupan..dimana sisi2nya tak bisa kita prediksi secara utuh, jernih dengan pikiran kita... itulah kesungguhberadaan...kenyataan duniawi. hmm..begitu indahnya "apa adanya".

    ReplyDelete
  8. du ouitis banget ni..boleh la..tapi??? apa ya, keren juga puisinyalah...
    ditunggu ya kunjungan baliknya...
    ni ada info menarik...baca disini ya..
    mantap:
    http://escampur88.blogspot.com/2009/06/mau-dapat-laptop-gratis-dari-alnectnet.html

    ReplyDelete
  9. Mawar itu akan tetap harum dihatiku jeng...

    ReplyDelete
  10. ass.
    ketika mawar masih muda, dia dipuja dan disanjung bak raja. sayang ketika ia tua..
    banyak yang mencampakkannya begitu saja,
    sebuah renungan yang oke

    ReplyDelete
  11. bunga mawar ketika merekah paling bagus, tapi kalo udah layu...bagus puisinya mengingatkan aku bahwa kita harus memberi dan peduli dengan sesama, entah itu memberi seteguk air atau sesuap nasi...

    ReplyDelete
  12. hmm ada yang bikin kesel nih jeng...
    mungkin bukan maksudnya tuk ninggalin..
    ada alasan lain yang kadang gak bisa tuk di katakan
    tapi udah d maafkin kan..

    ReplyDelete
  13. selamat sore kawan apa kabar

    ReplyDelete
  14. tiada yang abadi
    gugur 1 tumbuh seribu
    selalu semangat

    ReplyDelete
  15. Wuih,,puitis buanget...
    I Like..

    Salam kenal yo..

    ReplyDelete
  16. mantap puisinya :) hehhee salam kenal

    ReplyDelete
  17. mawar patah hati ya? astagaa.aku belum follow blog yg ini. duuuh...kebykan teman ampe suka lupa nih. mana aja yg udah difollow mana yg belum

    ReplyDelete
  18. waduuhh jadi mo bales nih puisi dengan
    "Aku dedaunan" tapi besok aja deh hehehehee

    ReplyDelete
  19. Kaya Puisinya istriku ?,
    Atau sesama wanita ada hubungan batin ya.

    ReplyDelete

Contact

Name

Email *

Message *

 

. Template by Ipietoon Blogger Template