Belenggu

Jika kau biarkan
Aku dalam mimpi
Maka siksa yang,
'Kan merejam dalam
Setiap detik terlewat

Dan nadi yang berdenyut
Kan menikmatinya, hingga
Pedih bukan lagi sebuah perih

Tahukah kau,
Mengapa ku mampu tidur terlelap dalam mimpi-mimpi itu?

Karena kau ada,
Dalam setiap imaginasi terindah
Dan nyata yang terluka

DBLN, 14.11-070909

10 comments :

  1. Duh ...
    Segitu dahsyatnya
    Sang rindu menggoda.

    nice poem

    ReplyDelete
  2. duh, andai belenggu itu segera terbuka...
    aku jadi kangen mbak....

    ReplyDelete
  3. diiiiiiiiiiiikkk aku kangen puisi-puisimu. lama sekali aku gak kesini.

    ReplyDelete
  4. mbak..makin mantap aja puisinya..bukan gembel sastra lagi nih..tapi konglomerat sastra (banyak PTR-nya di blog yang laen khan ..) hehehe..

    ReplyDelete
  5. A good poem indeed!
    Terus berkarya, semoga semakin populer di dunia sastra, dan punya banyak karya yang bisa diwariskan buat generasi baru kita kelak.

    ReplyDelete
  6. kusimpan saja sajak ini dalam bantalku. mengantarku tidur. barangkali malam kan menjelmakannya menjadi mimpi-mimpi yang menjagakanku.......

    ReplyDelete

Contact

Name

Email *

Message *

 

. Template by Ipietoon Blogger Template