Merah Darah-Ku, Putih Tulang-Ku

Dalam gempita sorak perjuangan yang masih menggema,

Mungkin keserakahann telah membutakanmu
Hingga mata tak lagi bisa melihat
Milikku atau milikmu,

Bunga Rafflesia yang tumbuh ditamanku
Terlepas secara paksa, karena kau tak bisa
Lagi menahan gejolak nafsu angkara setan yang
Membara dalam hati, pikiran, dan dadamu

Aku masih berdiri disini
Di taman yang telah kehilangan salah satu penghuninya

Tak apalah,
Masih banyak bunga lain yang harus kujaga dan kurawat

Nyatanya, kau masih tak puas
Ingin memiliki pakaianku
Dan kau merampasnya begitu saja

Kedinginankah aku atas pakaian yang kau rampas?

Tentu saja tidak,
Karena akulah pembuat pakaian dari pakaian yang ada
Di muka bumi ini,

Terus dan terus,
Hingga kini kau masih saja tak puas

Mengapa?

Banggakah dirimu dengan menghiasi diri
Atas milik orang lain?,

Jika serumpun adalah alasanmu
Maka satukanlah namamu dalam namaku

Jika bermimpi menjadi lebih atas diriku adalah alasanmu

maka ambilah itu wahai saudaraku,

DBLN, 11.31-020909

1 comment :

  1. Puitis dan menyentuh atau lebih tepatnya mengena. Sepertinya ini ditujukan ke seseorang deh.

    ReplyDelete

Contact

Name

Email *

Message *

 

. Template by Ipietoon Blogger Template