A P I

Baiklah,
ku tulis ini
Daripada hatiku panas
Terbakar api cemburu

Ku singkirkan dulu
Kertas-kertas ini
Ku hela napas dulu
Sebelum ku maki kau
Dalam puisi setiaku

Aku benci,
Benci dirimu saat menyapanya
Aku benci,
Benci dirimu karena tidak menyapaku

Huh,
Merana dalam hati sendiri
Sungguh menyakitkan,

Kau tahu itu?!


DBLN, 20.53-151109

6 comments :

  1. jeng, jangan marah2 dong. nih, aku sapa dirimu deh. eh, ini ditujukan pada siapa ya? hahhaha....kapan ke jakarta,jeng?

    ReplyDelete
  2. jalang....jalanglah nafsu
    berburu diantara api rindu
    melaknak seribu penghianatan....lalu
    menepilah waktu
    saat itu juga hatiku terbakar
    ketika ku baca puisimu

    by. mbah dinan

    ReplyDelete
  3. @FANNY: Siapa lagi kalau bukan si siomay ;). Ke Jakarta taun depan. Pasti aku kontak lah ya kalau mau berangkat. Kangen sama priok euyyyy.

    ReplyDelete
  4. mari kita santai ya jeng...
    hehehe
    keep smile

    ReplyDelete
  5. jeng, nomorku dah ganti ya. nanti aku kasih tau nomor baruku.

    ReplyDelete

Contact

Name

Email *

Message *

 

. Template by Ipietoon Blogger Template