Pacarku

Pacarku termenung merana
Dalam derita hati sendiri
Hampiri bulan mencoba menyapa
Sayang sinar tak mau berteman

Pacarku asyik berhitung jari
Untuk hari yang selalu sepi
Sampai rindu menjemput mati
Tak jua sang hati mencair

Pacarku bersembab pilu
Dalam air mata keangkuhan rembulan
Yang tak bersinar karena memang,
Berkabut awan

Pacarku sibuk bercengkrama
Dalam fatamorgana impian
Yang tak nyata dalam genggaman,

DBLN, 22.57-121209

No comments :

Post a Comment

Contact

Name

Email *

Message *

 

. Template by Ipietoon Blogger Template