CintaKu Jauh Di Pulau

28 comments :
Kepada Sultan,

Pagi mentari menghampiri
Datang menyapa keharibaanmu
Menyelusup pada tiap relung

Hatimu yang tertutup bias nestapa
Jiwamu yang terendap pada kebekuan

Laramu padamkan cahaya
Yang tulus ingin menerangi
Setiap sudut gelap dalam ruangmu

:"Kenapa, bagaimana mungkin?" kata angkuhmu

Duh Sultan,
kenapa tak kau biarkan sinar mentari
Menghangatkanmu?

DBLN, 10.16-180509

Kepada Tak Bertuah

20 comments :
Syair ini tercipta,

Hati menata setiap cinta
Yang tersembunyi pada
Huruf dan kata

Masih curam untuk kau
Tahu sebuah samudera hati

Tak mungkin kaupun bisa
Menelusurinya

Aku memandangmu Karena DIA
Aku mengagumi karena DIA
DIA menciptakanmu begitu indah
Dengan kesempurnaan tanpa
Ku harus memaknai wujudmu

Indah bukan?

Gempita bersorak penuh irama
Pada jiwaku yang mendamba
Untuk di cinta sang Sultan

Sultanku,
Adakah mimpi yang diberi olehNYA
Membuaiku pada khilaf?

Genggam harapku
Jika kau terkirim memang karnaNYA
Rangkul hangatku
Jika aku untukmu karnaNYA

'Kan kusimpuh jiwa
Pada cinta karna keinginanNYA

:"Dengarlah wahai jiwa yang menyembah..."

Merah Putih Tulang Dan DarahKu (1)

21 comments :
Berkibar dengan gagah
Meskipun renta ditengah

Hutan dan lautan gelora

Kebuasan para pendengki

Pemaki dan pembenci


Gunakan saja merahku

Sebagai topeng diantara

Semangat palsu yang kau kibarkan

Untuk memeras peluh orang-orang

Yang setia kepadaku


Aku akan tetap merah seiring

Dengan darah pahlawan yang
Menorehkan sejarah untukku
Aku akan tetap merah bersama

Cinta yang mengibarkanku


Pakailah merahku
Untuk menutupi intelektual bejadmu wahai tikus-tikus rakus,

Merahku bukanlah cerita hari ini

Merahku bukanlah berkibar tanpa perlawanan

Merahku bukanlah hanya lawan

DBLN, 14.06-290409

Contact

Name

Email *

Message *

 

. Template by Ipietoon Blogger Template