Titik

No comments :
Titik,
Aku telah sampai
Pada derajat O
Bekunya neraka.......

DBLN, 23.06-301109

Sultan-Ku

1 comment :
Lalu lalang
Aku berlalu dan menghampiri
Tak jua kudengar sultan inspirasiku
Sekedarpun berbisik

Karena terpaku dengan kodrat
Ku biarkan diam dan angkuh
Bertahta cantik diantara
Rindu yang menyesakkan kalbu

Tak mengapalah sultanku
Toh, aku bisa mencumbumu dalam syair,

DBLN, 16.50-181109

Duh Gusti Allah....

3 comments :
Duh Gusti Allah,
Andai saja aku mampu memecahkan ini
Andai saja aku tidak terpaku mati karenanya
Andai saja KAU cukup berperasaan sedikit padaku
Andai saja KAU beri aku rumus untuk membagi persen
Andai saja....

Seribu andai saja kutanyakan padaMU
Namun satu ku pinta terkabul demi sakit yang luar biasa

Duh Gusti Allah,
Aku bersujud dan menyerah padaMU
KAU telah menamparku dengan rumus tak terhinggaMU

Aku menyerah, aku menyerah, aku menyerah ......


DBLN, 23.39-161109

P.S Puisi ini agak mirip temanya sama 'Mbak Fanny' dan hampir di terbitkan di hari yang sama (kemarin) tanpa di rencanakan ;).

Membaca-mu

5 comments :
Mencumbumu dalam syair
Membuatku tersenyum dalam kebahagiaan nyata
Seperti saat ini,
Menyentuhmu dalam kata demi kata
Yang tak terencana dan tak ter-edit

Kau tahu bagaimana
Aku bisa menikmati kemesraan ini?

Karena dengan membacamu
Kau telah hadir menghampiri sepiku,

DBLN, 23.52-161109

A P I

6 comments :
Baiklah,
ku tulis ini
Daripada hatiku panas
Terbakar api cemburu

Ku singkirkan dulu
Kertas-kertas ini
Ku hela napas dulu
Sebelum ku maki kau
Dalam puisi setiaku

Aku benci,
Benci dirimu saat menyapanya
Aku benci,
Benci dirimu karena tidak menyapaku

Huh,
Merana dalam hati sendiri
Sungguh menyakitkan,

Kau tahu itu?!


DBLN, 20.53-151109

Hey Kau

3 comments :
Gairahku menyala saat kumulai
Untuk menulis deretan syair lagi
Tentangmu,

Seperti tak bosan
Dan tak mati hidupku, menyadari bahwa
Kau ada,

Ada dalam setiap pandangan tak nyataku
Dan ada pada setiap diam-ku

Dalam deretan kata ini
Rinduku tersampaikan
Dalam deretan kata ini
Cintaku tersampaikan
Dalam deretan kata ini
Segala keinginanku tentangmu
tersampaikan,

Kau,
Yang terdiam dalam penafsiran
Ku sampaikan cinta yang tak berkesudahan ini....

Cinta yang tak kau percaya
Dan cinta yang ku yakinkan

Menyedihkan, kau pikir?
Tentu untukmu,
Dan tidak untukku.....

DBLN, 22.59-141109

Sejauh Nil Mengalir.........

2 comments :
Sejauh Nil mengalir,
Ada mimpi yang dirajut
Untukmu......

Sejauh Nil mengalir,
Ada harapan yang tersimpan
Untukmu.......

Sejauh Nil mengalir,
Mungkinkah mimpi dan harapan
Adalah untukku?

DBLN, 09.06-131109

Syair Untuk Lilin

5 comments :
Jika bukan karena sayang
Tak mungkin ku selipkan
Kata rahasia malam ini padamu

Juga,
Tak mungkin kusisakan waktu
Diantara tumpukan kertas yang menjengkelkanku
Untuk menciptakan deretan syair ini

Meski terkadang aku
Harus berhenti dalam beban
Namun tatih langkahku tetap terseret
Bersama harapan; Jika suatu hari aku mengerti-mu

Biarlah esok pagi atau lusa
Kita membeku dalam ego tak terkalahkan

Namun malam ini,
Rindu dan doaku menyertai
Seribu mimpi dan harapanmu

"Breithe Mhaith Aga......"

DBLN, 17.28-101109

Soneta # 3

No comments :
Imaginasi terindah
Pada si buruk rupa nyata
Sungguh menyedihkan!

Lantangku padamu

Namun di antara yang terburuk
Dari rupamu adalah
Hatimu!


DBLN, 20.31-091109

Soneta II

No comments :
Denting nadapun mengalir
Dalam satu,
Bernama phenomena
Hingga tercipta 'wujud'mu

Denting-pun membawa
Tak terhitung dera
Yang ku-menyebutnya
'Keindahan'
..................

DBLN, 19.34-081109

Ku Bilang....

4 comments :
Bang,
Hari yang lalu sudah ku bilang
Sebelumnya yang lalupun sudah ku bilang
Mengapa hari ini masih saja harus ku bilang
Tak bosan kah kau mendengar 'sudah ku bilang?'

DBLN, 23.31-061109

Contact

Name

Email *

Message *

 

. Template by Ipietoon Blogger Template