Kau Dengan SenjaNYA (2)

1 comment :
... dan kita berduapun tenggelam pada lautan rindu,
sesuatu perih tertahan, dan tak terungkap
pada akhirnya lenyap dalam sebuah flase...

... dan ketika kau bicara dalam senyum dan sentuhan
ku tahu jawabnya,

DBLN, 16.19-181210

Kau Dengan SenjaNYA (1)

No comments :
.... dan kudapati kau berdiri tegap 
dalam kemilau sunset yang hampir tenggelam,
menikmatimu dibawah sinarNYA 
adalah lukisan terindah dalam hidupku,

DBLN, 16.11-181210

Gadis Dibalik Jendela Dengan Winter-nya

No comments :
dingin itu menyeruak, membuncah butiran batu kecil putih 
dari langit yang hitam pekat,

aku benci cuaca ini!
butiran itu sangat bising!

hingga serbuan serpihan putih halus 
menghantar kehangatan tanpa kebisingan
menggunung putih itu menjadi sebuah tundukan

tapaktapak puluhan kaki yang tak terhitung
menciptakan seribu pulau tanpa nama

dan,

memberi sejumput kisah pada gadis dibalik jendela

DBLN, 21.03-121210

The Clontarf

1 comment :
disini aku terhenti
dalam batasan menuju Myrtle
pria tua asyik mahsyuk
dengan genggam telpon
berkata: "I'm coming, I'm coming!"
....................
rupanya akupun
asyik mahsyuk
tersenyum seorang diri,

Clontarf, 111010

Aku Bulan Mati

No comments :
....pada kerlip cahaya yang memantul
bersandar disini dalam gempita, tanpa skala
derajat zero


mengitari dan menetap sesaat,
menerima dan memberi sesaat,
dalam pusaran waktu tanpa akhir,


Dart, Tara st. 21.05-111110

Tentang Cinta

No comments :
Kita, saat beranjak pergi meninggalkan
Pertiwi, berbekal tuahtuah bunda
Beriring lantun doa dan airmata

Kita, saat rindu terhimpit diantara
Musimmusim, hingga membuncah
menjadi kepingankepingan masa yang
tak tersapa,

Kita, saat bersaksi atas hidup dan mati
untuk saat ini dan esok lusa..


DBLN, 08.42-111110

SeNja Di Ufuk Penggarit

5 comments :

Kepada Adi,
Memang aku tak seindah siang hari
Yang menghias langit dengan mentarinya
Yang menyelimuti langit dengan awan putih dan biru disekelilingnya
Tapi lihatlah aku,
Mampu “ bercinta” dalam teriknya,
Tidakkah kau takjub akan kebesaranNYA?
Yang sesungguhnya kau, aku, ---  kita
Hanyalah gumpalan tanah liat kecil yang tak berdaya?
Bahwa ‘ini’ adalah bukan keangkuhan diriku, kau,
Ini aku,
Dan itu kau,
Dua jiwa yang menyatu dan raga yang terpisah,
Berhentilah memaki cinta....

JKT, 17.29-100810



Rimba I

1 comment :
Gersang, kering dan keronta,
diantara kemilau hijau dan birunya lukisan...
bak syair yang kau runtun; cantiknya,
indahnya tiada terbanding


"itu lebih baik untukmu....."

JKT, 14.38-03082010

Hey, siapakah kau?

10 comments :
Datang dari jauh pulau tak bersalam
Tiba-tiba tinggalkan sepenggal kisah
Dalam misteri kata berpantun, dan
Jejak selamat tinggal

Siapakah kau?

Jika tak sudi memberi hati,
Janganlah meninggalkan  sekelumit kata
Yang berbayang resah hingga malam menjelang

Tuan yang pandai menilam kata,

Siapakah kau?

DBLN, 21.45-100410

Dibalik Lilin Merah Dan Bonsai

3 comments :
terpaku
dalam limbah kata
tak jelas
menitip pesan
yang tak pernah sampai

DBLN, 21.24-070410

Menuju Coast

2 comments :
Teruntuk Rran,

Air membuyar bah dari langit malam itu; 
Biasa, dan seperti biasa, tak pernah ramah menyapa bumi
Aku, kau, dan dia menggoda kelam dengan tawa

Genggamanku pada Ki,
Serasa pada bunda mencari perlindungan
Godaku padamu, seakan mencari dosa diantara waktu tersisa

Berpisah kita di tepi simpang,
Ku lepas kau dengan tawa kebebasan
Dan tepukan tanganmu,
Dan senyummu khasmu,
Menghantarku pada mimpi....

DBLN, 21.39-040410

Cinta Neraka Dan Surga

1 comment :
Paragrafku masih berkisah tentang yang sama
Setiap lembaran hanya melukis kisah tujuh langit dengan tiap surganya
Dan mimpi telah nyenyak bersama kesadaran dan tiada;

Jatuh cinta aku,
Dan masih kumaki tiap kata yang terujar ini
Dengan segala rasa;

Jika benci menciptakan neraka nyata
Maka 'kan ku pilih dengan segenap hatiku
Untuk hidup didalamnya,

Namun kau,
Ada dalam surga impian dan nyata neraka
Tiap detikku,

DBLN, 00.01-300110

Setiap Mimpi Yang Terpinjam

No comments :
Adalah setiap lembar yang tertulis melalui pena
Yang mengalir bagai air di sungai Nil yang tak bertemu,
Kerangka dalam muara; Dan ruh 'tlah menikahnya dalam
Dasar jiwa, menyatu dalam sel darah, membakar takdir

Bersimpuh sendiri pada cinta dan duka,
Membalik halaman berkata yang tak bersuara
Bertinta kekuatan maha di atas maha,

Inilah aku;
Mimpi dari segala mimpi
Mulia cinta yang pernah ada
Dari kasih tak terbalas yang terlahir tanpa daya,

DBLN, 20.37-220110

Benci

No comments :
"Jika rahasia tak bisa terungkap....."

Ku titip kata yang tak bersahaja ini
Pada amarah tersimpan dalam lubuk
Ketika bersaksi atas prakata liar yang
Menyingkirkan bijak pesona,

Terlelaplah dalam bualan nan menjijikanmu itu,
Pada doa penutup hariku....

DBLN, 21.18-170110

Sketsa Laksa

No comments :
Kenangan sisa hari kemarin masih tertambat dalam susunan abjad bertanda bulan, hari dimana kita membagi rindu pada susunan huruf; berbagi kesemuan yang membahagiakan pada yang terpesan. Mungkin aku tlah melewati apa yang disebut mimpi dan berharap?

Mei akhirnya kulalui, Desemberpun berlalu . di ikuti jejak bayangmu; dengan masih merindu mimpi diatas mimpi, ku tuju mimpi dalam kesadaran, dan ku rengkuh mimpi dalam ketidaksadaran; kau berwujud nyata dan tak nyata. 

Dan Januari, kau hempas jawab pada tiap tanya yang tersusun diatas rasa tak berasa; sungguh, tak ingin hati ini terpaut;


DBLN, 22.41-120110

Gra

No comments :
Gra I

Aku jatuh hati
Pada hati nun jauh dan tak tersentuh
Dan aku jatuh hati
Pada hati tak berhati Gra untukku

Gra II

Gra'ku tak sama merasa
Hatinya tertambat pada wajah bercabar
Perihpun ditorehnya pula padaku

Gra III

Pada siapa ku tambat luka?
Gra'ku asyik bercumbu pada cabar
Mungkin pula nikmati air mata ini
Tertawa dalam nestapa tak terperih,

Gra IV

Duhai Gra,
Adakah kau rasa?
Bahwa hati ini sudah di jodohkanNYA?
Atau hanya mimpi dalam harum bunga
Dalam surga tak nyata?

DBLN, 21.52-100110

Tapal Batas

No comments :
Januari belum menjawab 
Setiap syair tertulis
Yang mencari artimu,

Sudahi, dan cukuplah,
Luka sudah kau toreh dalam
Mengertikah engkau?

..........

DBLN, 21.24-110110

Bahasa Kita

No comments :
Isyarat bertulis;

Asa kita mengukir detik yang terlewat
Mengisi lembaran kosong pada tiap rindu
Yang tertitip oleh isyarat;

Di sini kita merasakan,
Untuk segala mimpi yang di inginkan

Dan kita,
Tenggelam bercinta dalam warna isyarat;

DBLN, 19.23-090110

Konsep Rasa

No comments :
dalam kelelahan,
kutulis lagi; kutahu,
bahwa lembaran ini tak terdiri dari kertas yang bertuliskan pena berwarna
abad edan memberi kemudahan bagi rasaku;
pada kerinduanku untuk 'menyentuh'mu;
lagi, dan lagi

"mengapa?"

kau dan aku; membeku di ujung tanya tak terbatas
meski tajamnya asyik menusuk-nusuk pada lembutnya hati; 

"mengapa?"

lelah tulisanku ini,
adalah 'tempat'ku
dimana kuingin bersandar pada bahumu

dan konsep serta logika konyol
yang kau pikir bias ini adalah;

rasa yang bukan harus di percaya?,

DBLN, 20.08-050110








Contact

Name

Email *

Message *

 

. Template by Ipietoon Blogger Template