Teruntuk Rran,
Air membuyar bah dari langit malam itu;
Biasa, dan seperti biasa, tak pernah ramah menyapa bumi
Aku, kau, dan dia menggoda kelam dengan tawa
Genggamanku pada Ki,
Serasa pada bunda mencari perlindungan
Godaku padamu, seakan mencari dosa diantara waktu tersisa
Berpisah kita di tepi simpang,
Ku lepas kau dengan tawa kebebasan
Dan tepukan tanganmu,
Dan senyummu khasmu,
Menghantarku pada mimpi....
jeng sri.. masih aktif blog yang ini ya?
ReplyDeleterran & ki itu saha?
ReplyDelete