Kepada Adi,
Memang aku tak seindah siang hari
Yang menghias langit dengan mentarinya
Yang menyelimuti langit dengan awan putih dan biru disekelilingnya
Tapi lihatlah aku,
Mampu “ bercinta” dalam teriknya,
Tidakkah kau takjub akan kebesaranNYA?
Yang sesungguhnya kau, aku, --- kita
Hanyalah gumpalan tanah liat kecil yang tak berdaya?
Bahwa ‘ini’ adalah bukan keangkuhan diriku, kau,
Ini aku,
Dan itu kau,
Dua jiwa yang menyatu dan raga yang terpisah,
Berhentilah memaki cinta....
JKT, 17.29-100810
assalamualaikum,
ReplyDeletesiang hari menjadi ide yang maksimal ya dalam penyusunan puisi ini.
salam
Bagus :')
ReplyDeleteFollow me plz...
ijin menautkan blog ini di blog saya...terima kasih
ReplyDeletenice post...
ReplyDelete:)
aku , eangkau dan mereka hanya tanah liat yang kadang tak mau melekat dengan rasa syukur.lalu sejatinya siapakah kita sebenarnya ?
ReplyDeletesalam
AF