SeNja Di Ufuk Penggarit


Kepada Adi,
Memang aku tak seindah siang hari
Yang menghias langit dengan mentarinya
Yang menyelimuti langit dengan awan putih dan biru disekelilingnya
Tapi lihatlah aku,
Mampu “ bercinta” dalam teriknya,
Tidakkah kau takjub akan kebesaranNYA?
Yang sesungguhnya kau, aku, ---  kita
Hanyalah gumpalan tanah liat kecil yang tak berdaya?
Bahwa ‘ini’ adalah bukan keangkuhan diriku, kau,
Ini aku,
Dan itu kau,
Dua jiwa yang menyatu dan raga yang terpisah,
Berhentilah memaki cinta....

JKT, 17.29-100810



5 comments :

  1. assalamualaikum,
    siang hari menjadi ide yang maksimal ya dalam penyusunan puisi ini.
    salam

    ReplyDelete
  2. ijin menautkan blog ini di blog saya...terima kasih

    ReplyDelete
  3. aku , eangkau dan mereka hanya tanah liat yang kadang tak mau melekat dengan rasa syukur.lalu sejatinya siapakah kita sebenarnya ?

    salam
    AF

    ReplyDelete

Contact

Name

Email *

Message *

 

. Template by Ipietoon Blogger Template