Cinta Neraka Dan Surga

1 comment :
Paragrafku masih berkisah tentang yang sama
Setiap lembaran hanya melukis kisah tujuh langit dengan tiap surganya
Dan mimpi telah nyenyak bersama kesadaran dan tiada;

Jatuh cinta aku,
Dan masih kumaki tiap kata yang terujar ini
Dengan segala rasa;

Jika benci menciptakan neraka nyata
Maka 'kan ku pilih dengan segenap hatiku
Untuk hidup didalamnya,

Namun kau,
Ada dalam surga impian dan nyata neraka
Tiap detikku,

DBLN, 00.01-300110

Setiap Mimpi Yang Terpinjam

No comments :
Adalah setiap lembar yang tertulis melalui pena
Yang mengalir bagai air di sungai Nil yang tak bertemu,
Kerangka dalam muara; Dan ruh 'tlah menikahnya dalam
Dasar jiwa, menyatu dalam sel darah, membakar takdir

Bersimpuh sendiri pada cinta dan duka,
Membalik halaman berkata yang tak bersuara
Bertinta kekuatan maha di atas maha,

Inilah aku;
Mimpi dari segala mimpi
Mulia cinta yang pernah ada
Dari kasih tak terbalas yang terlahir tanpa daya,

DBLN, 20.37-220110

Benci

No comments :
"Jika rahasia tak bisa terungkap....."

Ku titip kata yang tak bersahaja ini
Pada amarah tersimpan dalam lubuk
Ketika bersaksi atas prakata liar yang
Menyingkirkan bijak pesona,

Terlelaplah dalam bualan nan menjijikanmu itu,
Pada doa penutup hariku....

DBLN, 21.18-170110

Sketsa Laksa

No comments :
Kenangan sisa hari kemarin masih tertambat dalam susunan abjad bertanda bulan, hari dimana kita membagi rindu pada susunan huruf; berbagi kesemuan yang membahagiakan pada yang terpesan. Mungkin aku tlah melewati apa yang disebut mimpi dan berharap?

Mei akhirnya kulalui, Desemberpun berlalu . di ikuti jejak bayangmu; dengan masih merindu mimpi diatas mimpi, ku tuju mimpi dalam kesadaran, dan ku rengkuh mimpi dalam ketidaksadaran; kau berwujud nyata dan tak nyata. 

Dan Januari, kau hempas jawab pada tiap tanya yang tersusun diatas rasa tak berasa; sungguh, tak ingin hati ini terpaut;


DBLN, 22.41-120110

Gra

No comments :
Gra I

Aku jatuh hati
Pada hati nun jauh dan tak tersentuh
Dan aku jatuh hati
Pada hati tak berhati Gra untukku

Gra II

Gra'ku tak sama merasa
Hatinya tertambat pada wajah bercabar
Perihpun ditorehnya pula padaku

Gra III

Pada siapa ku tambat luka?
Gra'ku asyik bercumbu pada cabar
Mungkin pula nikmati air mata ini
Tertawa dalam nestapa tak terperih,

Gra IV

Duhai Gra,
Adakah kau rasa?
Bahwa hati ini sudah di jodohkanNYA?
Atau hanya mimpi dalam harum bunga
Dalam surga tak nyata?

DBLN, 21.52-100110

Tapal Batas

No comments :
Januari belum menjawab 
Setiap syair tertulis
Yang mencari artimu,

Sudahi, dan cukuplah,
Luka sudah kau toreh dalam
Mengertikah engkau?

..........

DBLN, 21.24-110110

Bahasa Kita

No comments :
Isyarat bertulis;

Asa kita mengukir detik yang terlewat
Mengisi lembaran kosong pada tiap rindu
Yang tertitip oleh isyarat;

Di sini kita merasakan,
Untuk segala mimpi yang di inginkan

Dan kita,
Tenggelam bercinta dalam warna isyarat;

DBLN, 19.23-090110

Konsep Rasa

No comments :
dalam kelelahan,
kutulis lagi; kutahu,
bahwa lembaran ini tak terdiri dari kertas yang bertuliskan pena berwarna
abad edan memberi kemudahan bagi rasaku;
pada kerinduanku untuk 'menyentuh'mu;
lagi, dan lagi

"mengapa?"

kau dan aku; membeku di ujung tanya tak terbatas
meski tajamnya asyik menusuk-nusuk pada lembutnya hati; 

"mengapa?"

lelah tulisanku ini,
adalah 'tempat'ku
dimana kuingin bersandar pada bahumu

dan konsep serta logika konyol
yang kau pikir bias ini adalah;

rasa yang bukan harus di percaya?,

DBLN, 20.08-050110








Contact

Name

Email *

Message *

 

. Template by Ipietoon Blogger Template